Hai, aq kembali lagi ke rumah keduaku ini, rumah pertamaku tetap di rumah ortuku di Singaraja, disana akarku berada. Hari ini mengalami suatu masalah myang memancing emosi, marah. aq menemukan tempat melampiaskannya dan terasa puas sekali setelahnya. Kuambil dingklik plastikku. Brakkkkk.(Adegan ini jangan ditiru, harus didampingi profesional). Dulu juga aq pernah kesal kepada someone yang aq anggap tidak adil perlakuannya kepada q, pesawat telponnya d lantai dua rumahnya kurusak. Kuinjak2 sampai ringsek. Setelah itu q bisa kembali k kehidupan normal. Padahal aq selalu belajar sabar seperti nasehat Gede Prama, menjadi bunga padma yang tak pernah tersentuh lumpur dan air(aq termasuk penyuka ceramah Gede Prama di saluran Bali TV setiap hari Minggu pukul 15.00-15.30). Kadang-kadang benteng pertahananku jebol juga. Nanti kusiapkan sarung tinjunya. Ada yang mau tanding denganku kalau q marah. Bercanda. Lebih baih kalau punya tips meredam marah, bagi ke aq.Makasi
BINTANG KEJORA
Original By: Lucky S
Hai manis sudahkah kamu bangun?
Aku ingin mengajakmu tamasya
Mencari vitamin kehidupan
Di sela lipatan-lipatan buku
Di sungai ilmu yang mengalir deras
Di balik keping-keping cakram pintar
Ooohhh….aku kini tahu
Rupanya engkau masih terlelap
Hai manis bangun dari indahnya malam yang menggairahkan
Aku akan menyiramkan rahasia alam
Dari delapan penjuru
Ikutlah jejakku di langit
Bintang nan indah dan kuat
Hai, teman-teman….
Ada kabar baik dari National Geographic Indonesia (NGI), siapa saja yang merasa pembaca NGI dipersilahkan ikut lomba National Geographic International Photography Contest 2008. Pemenang tingkat Indonesia karyanya akan diikutsertakan dalam kompetisi internasional. Biar menarik, aku sebutin hadiahnya dulu:
Juara Satu : uang tunai enam jeti rupiah plus jalan-jalan Bali-Lombok PP naik kapal pinisi dan karyanya ikut kompetisi internasional bareng wakil dari 30 negara lainnya.
Juara Dua : uang tunai empat jeti rupiah.
Juara Tiga : uang tunai dua jeti rupiah.
Kategori kontes : ALAM, MANUSIA, dan TEMPAT. Peserta hanya boleh mengirim maksimal tiga foto tiap kategori.
Media: Cetak berwarna atau hitam putih. Transparansi warna 35mm, kirim beserta hasil cetakan. Transparansi asli dan negative mesti tersedia agar foto pemenang bisa dipublikasikan. Karya dengan kamdig (kamera digital) diperbolehkan minimal 3.2megapixel. Tidak diperkenankan mengirimkan gambar berupa kombinasi lebih dari satu foto atau menghilangkan elemen-elemen dalam satu foto. Sedikit burning, dodging, dan/atau koreksi warna diperkenakan. Diperbolehkan mengirimkan foto dengan media berbeda-beda. Ukuran foto cetak diperbolehkan hingga 8x10inchi, jika hendak mengirimkan foto cetak pastikan memiliki negatifnya. Foto berbingkai (pigura atau bingkai digital) atau ditempel pada kaca tidak akan diterima.
Dimensi Foto : terpanjang minimum 800pixel maximum 1000pixel dengan format JPEG diperkenakna mengirim dalam bentuk CD/DVD ke alamat NGI. Karya bisa dikirimkan melalui website dan mengisi formulir pendaftaran online di http://fotokita.net. Maksimum file 300kb.
Materi foto : Foto yang dikirimkan tiak boleh berusia lebih dari tiga tahun dan belum pernah dipublikasikan di mana pun.
Batas waktu : 13 Agustus 2008 untuk foto cetak atau format CD/DVD. Pengumuman pemenang pada NGI edisi September 2008. Foto dinilai berdasarkan kreativitas dan kualitas fotografis.
Alamat pengiriman : NGI Gedung Gramedia Majalah lantai enam JL. Panjang 8A Kebonjeruk Jakarta Barat 11530.
Nah yang terpenting, setiap foto cetak tiap kategori harus dilampiri kupon pendaftaran (isinya nama, alamat, telpon, email, judul foto, lokasi pemotretan, waktu, kategori, tandatangan), jadinya harus punya kupon satu lembar tiap foto cetaknya. Kuponnya ada di majalah NGI halaman 127, mesti beli majalahnya kalau mau ikut (bukan mau beriklan) atau awasi majalah NGI di perpustakaan sekolah/kampus/umum lalu ambil kuponnya (ini juga tidak ngajari mencuri, minta izin dulu pastinya kepada petugas jaganya).
Aku juga mau ikutan karena selama ini koleksi foto-foto kami lumayan menarik cuma belum tahu harus ‘dilempar’ ke tempat yang mau menerima. Aku jagoin adikku Cindy yang sedang memperdalam editing fotonya. Hobi jeprat-jepretnya sangat meringankan untuk tugas2 fotografi. Sudahlah, habis membaca ini segeralah berburu ke hutan, sori maksudku hunting obyek menarik di sekeliling anda. Siapa tahu pemenangnya kamu. Merdeka.
Bagi anak kecil, hadiah dari seseorang adalah hal paling bermakna dalam kehidupannya. Sehingga masa-masa kecil adalah hal yang paling bahagia karena dihujani hadiah dari orang tua. Bayangkan masa itu ketika, permen, mainan, pakaian, terus mengalir memenuhi ranjang bayi kita. Tidak etis kalau saya sebut namanya, saya merasa perlu membahagiakan seseorang di momen terindahnya. Saya ingin mencarikan hadiah ultah untuk anak kecil, yang pertama terbayangkan adalah mikroskop. Karena harganya mahal dan sampai detik ini email saya belum dijawab oleh perusahaan penjual mikroskop, jadinya saya belikan something yang berguna. Rupanya tidak berhenti disitu saja, di toko mainan yang berada di pusat perbelanjaan Matahari Dewi Sartika Denpasar saya masih bingung harus membelikan apa. Muncullah dua pilihan:mainan teropong bintang dengan lensa binokulernya seharga 85.900 dan game SEGA MD8 seharga 300rb-an. Saya sebenarnya condong membelikan SEGA saja karena menarik dan game-gamenya seru, tetapi apa daya di saku cuma ada anggaran 100rb aja. Kalau saya pilih mainan teropong bintang takutnya viewnya tidak seperti yang anda bayangkan, bisa melihat bintang-bintang nun jauh. Paling teropongnya bisa untuk mengintip buah mangga tetangga sebelah yang lagi ranum atau mendelik-delik Pak Kumis tetangga sebelah yang suka bikin ulah. ada ada saja....
Akhirnya daripada bingung berkeringat lebih baik kemabali ke basement saja membeli CD Belajar Interaktif seperti tahun-tahun sebelumnya. Maunya tahun ini saya berikan hadiah selain CD belajar, bosen dong hadiahnya itu-itu saja. Walaupun tiap tahun teman CDnya berbeda.
Di etalase mbak penjual CB interaktif bertanya,"Untuk anak umur berapa?"
"Aku liat2 dulu aja, anaknya sih baru kelas 3 SD", lalu aku bolak-balik halaman katalognya. Crengggg, akhirnya kutemukan, pilih CD belajar bhs Inggris untuk kelas 3-4SD. Aku bayar. Uang kertas merah bergambar Soekarno-Hatta merangkak mendekati cashier. Isi CDnya : dua belas macam permainan sambil belajar salah satunya yang bikin aku tertarik adalah mainan mengoperasikan alat-alat elektronik.
Besok paginya, 16 Juni 2008, aku hadiahkan sejumput yang bisa aku berikan untuk si anak. Reaksi si anak manatap sekali menerimanya. Aku pikir mubasir memberikan CDnya karena orang tuanya adalah orang berpunya dari segi materi. Tentu Bapak-Ibunya bisa membelikan sekaligus sekian seri CD tanpa harus menunggu setiap tahunnya agar aku memberi hadiah. Ternyata bayangan negatif itu sirna, si anak belum pernah punya CDnya. Langsung saja di-install.
Pelajaran penting memberi hadiah, berikanlah sesuatu yang bisa menambah nilai seseorang secara rohani dan intelektualnya. Jangan lihat nilai harganya secara materi saja. Bagi bangsa Indonesia yang sedang membangun diri tentunya memebrikan hadiah ultah berikanlah hal-hal yang berbau pendidikan agar SDM kita makin maju. Mainan dan hiburan memang penting tetapi kepandaian intelektual adalah hiburan abadi yang tidak pernah usang, tidak kan karatan disiram asinnya keringat, dan tidak pernah diterbangkan angin seprti debu di Gurun Sahara.



